GEREJA YANG TEGUH DAN YANG MENANG

Belajar dari Kitab Wahyu Bagian (2)

Setiap pengikut dari suatu komunitas tertentu dimana pun ditemukan akan diperhadapkan dengan pilihan-pilihan dan dituntut untuk memberikan sumbangsih terhadap komunitas dimana seseorang menggabungkan diri. Tidak jarang pengikut suatu kelompok tertentu berada dalam dilema oleh karena kesulitan untuk mengambil keputusan atas pilihan-pilihan yang ada. Pilihan-pilihan yang dimaksud adalah berhubungan dengan kejelasan identitas seseorang sebagai pengikut suatu kelompok. Kesulitan lebih besar dialami oleh mereka yang tidak mau menggabungkan diri dengan suatu kelompok dan biasanya dialami oleh kelompok kecil (minoritas) dalam suatu lingkungan kemasyarakatan. Tidak jarang juga ditemukan bahwa pengikut suatu kelompok “hidup munafik” dalam kelompoknya. Dimana pada dasarnya seseorang itu tidak bersungguh-sungguh menjadi pengikut kelompok tertentu tetapi juga tidak mau menjadi kelompok oposisi dari suatu kelompok yang lebih besar. Mencari “rasa mana” adalah pilihan tepat bagi kepribadian semacam ini.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

BAB II: LATAR BELAKANG SURAT ROMA DAN KONTEKS ROMA 7:14-26

Bagian yang akan dieksegesis oleh penulis yaitu Roma 7:14-26, merupakan ayat-ayat yang tidak berdiri sendiri. Untuk mengerti bagian ini tidak bisa dipisahkan dari konteksnya. Maka pertama-tama penulis menye-lidiki latar belakang surat Roma untuk memahami historisitas surat ini, dan juga menyelidiki konteks yang ada disekitarnya (konteks dekat dan konteks jauh).

A. Latar Belakang Surat Roma

  1. 1.   Latar Belakang Kota Roma

Pada zaman Perjanjian Baru Kota Roma merupakan pusat kekai-saran Romawi dan  juga sebagai pusat dunia. Tentang pendiri Kota Roma diliputi oleh legenda.[1] Sebagai pusat dunia, kota Roma menjadi tempat tinggal banyak bangsa. Penggalian-penggalian membuktikan bahwa, mula-mula kota Roma adalah tempat bertemu dan bercampurnya bangsa-bangsa, bukan tempat satu suku bangsa saja.[2] Hal ini dipengaruhi oleh sistem pemerintahan dan sistem administrasi Kekaisaran Romawi menyerap banyak kota, negara, dan bangsa.[3] Baca entri selengkapnya »

A. Apokaliptik dan Sastra Apokaliptik

1. Pengertian Apokaliptik

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, bahkan menjadi penutup kanon Alkitab. Judul kitab ini dalam bahasa Yunani adalah “apokalypsis” (apokaluyiV) artinya penyingkapan dan biasanya menunjuk pada apa yang akan terjadi ke depan. Judul kitab ini di ambil dari 1:1. Judul tersebut tidak terlalu melegakan karena sejenak tidak sesuai dengan isinya. Judulnya penyingkapkan, tetapi isinya penuh dengan teka-teki. Banyak hal di dalamnya yang membingungkan dengan berbagai figur, gambar, angka-angka, simbol, dll. Hendaknya hal ini tidak menyiutkan niat kita untuk mempelajarinya dengan seksama. Kitab ini tetap merupakan kitab yang menyatakan sesuatu yang akan terjadi dan menjadi penghiburan bagi setiap orang percaya. Penyingkapan dalam kitab ini merupakan tindakan ilahi. Dalam menyampaikan maksud hati-Nya, Allah memakai berbagai gambaran dan lukisan di mana gambaran dan lukisan tersebut harus kita artikan sedemikian rupa, sehingga tidak ada kesalahan apapun. Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Posted: 28 April 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!